SAMARINDA, UINSI NEWS, — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar pertemuan bersama tim Biro Perencanaan Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk membahas strategi tata kelola keuangan dan persiapan menuju Badan Layanan Umum (BLU) yang dilaksanakan di aula gedung rektorat lantai 3. Jumat, (7/8).
Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menyampaikan bahwa status Akreditasi Unggul yang diraih UINSI harus diimbangi dengan perencanaan anggaran yang akuntabel. Transisi menuju BLU dinilai penting agar kampus lebih mandiri dalam mengelola keuangan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Dalam pengarahannya, Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Kemenag RI, Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE, menjelaskan sejumlah poin penting:
1. Kepastian Hak Pegawai : Kemenag terus berupaya mengamankan anggaran belanja pegawai agar tunjangan dosen dan guru besar tetap terbayar lancar.
2. Pencegahan Pagu Minus : Kemenag memantau anggaran secara ketat agar tidak ada kekurangan dana di setiap satuan kerja.
3. Keuntungan BLU : Melalui sistem BLU, kampus memiliki fleksibilitas mengelola pendapatan secara mandiri, seperti pemanfaatan aset dan ruang auditorium, untuk dikembalikan langsung pada peningkatan fasilitas mahasiswa.
Senada dengan Kepala Biro Novardy, S.Kom., M.Kom. Kasubtim Perencanaan dan Anggaran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Dirjen Pendis Kemenag menambahkan bahwa menjadi BLU bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan meningkatkan public value atau nilai manfaat bagi masyarakat. Transformasi ini berfokus pada lima pilar utama: perbaikan akademik, penguatan kelembagaan, kesetaraan pengembangan SDM (dosen dan pegawai), digitalisasi layanan, serta pemanfaatan aset kampus secara maksimal.
Melalui kegiatan ini, UINSI Samarinda berkomitmen membenahi tata kelola internal demi mewujudkan kampus yang mandiri, transparan, dan unggul.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati









