SAMARINDA, UINSI NEWS — Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag, bertindak sebagai pembina dalam apel rutin pagi. Dalam arahannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan serta meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kampus.
Mengawali amanatnya, Prof. Zurqoni mengajak seluruh peserta apel memanjatkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesehatan dan kesempatan untuk kembali melaksanakan aktivitas rutin. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor utama yang mendukung pelaksanaan pekerjaan, pelayanan, serta berbagai kegiatan akademik dan kelembagaan sehari-hari.
“Sebagai aktualisasi rasa syukur, mari kita tunaikan seluruh aktivitas rutin maupun aktivitas yang menjadi kebijakan lembaga dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa apel rutin merupakan bagian dari kebijakan kelembagaan yang perlu diikuti oleh seluruh pegawai dan sivitas akademika. Beliau meminta para pimpinan unit untuk saling mengingatkan anggota di lingkungan kerjanya agar memiliki kesadaran dan komitmen terhadap kegiatan apel.
Prof. Zurqoni juga menyampaikan bahwa ketidakhadiran dalam apel dapat dimaklumi apabila disebabkan oleh alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, beliau menekankan pentingnya membangun budaya disiplin serta kesediaan untuk hadir dalam agenda bersama sebagai bentuk tanggung jawab terhadap institusi.
“Apel ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian dan lembaga. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjalankannya,” tegasnya.
Selain disiplin, Rektor turut menaruh perhatian terhadap pentingnya menjaga lingkungan kampus yang sehat dan aman, khususnya di tengah kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan. Beliau kembali mengingatkan seluruh warga kampus agar tidak melakukan pembakaran sampah di area UINSI Samarinda.
Menurut Prof. Zurqoni, pembakaran sampah menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan. Asap tersebut berpotensi masuk ke dalam ruangan, terutama ruang yang terbuka, serta menempel pada lingkungan dan bangunan di sekitar kampus. Di samping itu, aktivitas pembakaran pada musim kemarau berisiko memicu api yang meluas dan membakar area lain.
Rektor menyampaikan bahwa sebelumnya masih ditemukan praktik pembakaran sampah, termasuk di sekitar jalan dan area kerja. Namun, dalam beberapa waktu terakhir praktik tersebut mulai berkurang. Beliau meminta seluruh warga kampus untuk terus saling mengingatkan dan melaporkan apabila menemukan pembakaran sampah di lingkungan UINSI Samarinda.
“Bukan hanya soal sanksi atau aturan, tetapi yang paling penting adalah menjaga lingkungan yang sehat di sekitar kita,” pesannya.
Beliau juga menyinggung adanya regulasi Pemerintah Kota Samarinda terkait larangan pembakaran yang dapat disertai sanksi. Karena itu, seluruh warga kampus diharapkan dapat mematuhi ketentuan tersebut dan berperan aktif dalam pencegahan kebakaran.
Di akhir amanatnya, Prof. Zurqoni mengajak seluruh sivitas akademika UINSI Samarinda untuk menghadiri kuliah umum yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya. Kegiatan tersebut akan menghadirkan pejabat terkait bidang pertahanan dan keamanan nasional.
Rektor berharap kehadiran sivitas akademika tidak semata-mata untuk meramaikan acara, melainkan sebagai kesempatan memperoleh wawasan mengenai pertahanan nasional, keamanan nasional, geopolitik, serta posisi Indonesia dalam dinamika global.
“Sebagai bagian dari bangsa dan negara, kita perlu memahami bagaimana posisi Indonesia serta upaya menjaga keamanan nasional,” pungkasnya.















