Oleh : Al Ustadz Muhammad Faturrahman, M.Sos.
Disampaikan pada khutbah Jum’at, 16 Oktober 2026 M/ 5 Jumadal Ula 1448 H di Masjid Sultan Aji Muhammad Sulaiman UINSI Samarinda
BANGUN MASA DEPAN DENGAN MENCINTAI TANTANGAN
Yang saya hormati jamaah Masjid Sultan Aji Muhammad Sulaiman Kampus UINSI Samarinda Yang sangat saya cintai dalam khutbah singkat ini saya akan menyampaikan dengan judul ”bangun masa depan dengan mencintai tantangan” dalam al-Qur’an Allah bersumpah Waddhuhaa “demi waktu duha” inilah waktu yang sangat indah, waktu dhuha itu matahari terbit menyinari embun pagi memberi semangat pepohonan untuk semangat berbuah, dan memberi kehidupan yang baru untuk kita.
Orang bijak berkata surufus syams huwa bidayatu hayatin jaddidah yang artinya terbitnya matahari Adalah tanda di mulainya kehidupan baru. Oleh sebab itu pandanglah matahari saat waktu dhuha itu tiba, dan katakan (wahai Allah bersamaan dengan terbitnya matahari ini, terbitkan juga harapan-harapan baru untuk saya) lalu tanamkan keyakinan yang mendalam saat itu bahwa Allah sangat sayang kepada kita, Allah selalu setia mendampingi kita, Allah tidak murka kepada kita, dan Allah tidak akan meninggalkan kita maa wad ‘aka robbuka wamaa qolaa“Allah tidak membencimu tidak pula meninggalkanmu”
Yakini juga bahwa Pada saatnya kelak kita akan panen kebahagiaan dengan keringat dan air mata hari ini Walal akhiroti khoirul laka minal uulaa“Allah menjanjikan, sungguh kelak di masa yang akan datang atau di akhirat, Allah akan memberi kita kesuksesan dan kebahagiaan. betapa indahnnya rangkaian firman Allah dalam al-Qur’an. Inilah cara yang seharusnya kita lakukan untuk membuka lembaran baru setiap hari, dengan berfikir positif atau khusnudzon, sekali lagi orang bijak meyakinkan kita asyamsyu la tusyriku illaa litukhbirona annahunaka ba’ fan jadiidan lin umniyaat Artinya matahari tidak terbit kecuali untuk memberitau kita, bahwa ada kebangkitan baru untuk harapan dan cita-cita.
Hadirin yang sangat saya hormati untuk meraih harapan terindah itu jangan membayangkan, jalannya mulus dan lurus, jangan kaget tiba-tiba kita melewati jalan terjal dan curam orang bijak mengatakan thoriqul hayaah laisa mu’abbadan katthoriqosyarii’ bal huwa mali’um bil mun athofaat “perjalanan tidaklah lurus seperti jalan tol, melainkan penuh tikungan tajam. Dalam al-Qur’an semua tantangan itu digambarkan dalam surat alamnasyroh
Fa’innama’al Ushri Yusro, Innama’al Ushri Yusro Faidza farogh tafanshob, wa ilaa robbika farghob. Artinya maka sugguh setelah kesulitan akan ada kemudahan, sungguh setelah kesulitan akan ada kemudahan apabila engkau telah selesai mengerjalan sesuatu teruskan, bekerja yang lain dengan keras, dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah. QS alam nasroh ayat 5-8
Hadirin yang saya muliakan Sebuah kesulitan harus kita masukkan dalam otak kita, sebagai tantangan bukan kesulitan, menurut para dokter Ketika menghadapi situasi sulit, otak kita ini melakukan penilaian kilat apreiser, jika kita pandang sebagai ancaman, maka hormon stress seperti kortisol ini melonjak tinggi membuat kita ingin menjauh, sebaliknya jika kita pandang sebagai chalesnts atau tantangan maka otak kita melihatnya sebagai kesempatan emas yang harus kita hadapi. Inilah yang meningkatkan produksi adrernalin untuk memberikan energi ekstra menambah focus dan memompa darah lebih cepat ke otot dan otak demikian kata para dokter.
Hadirin matahari bisa menyinari dunia seluas ini, ia siap terbakar. Oleh karena itu siapapun di antara jamaah disini khususnya para mahasiswa disini, siapapun yang ingin menjadi pencerah dunia mulai hari ini harus siap terbakar. Jamaah sekalian Besi tua yang murah berubah menjadi pisau dengan harga puluhan juta karena ia dibakar sampai memerah lalu di pukul di pukul berkali-kali dengan gadam, di bakar lagi di pukul lagi.Batu akik berubah dari harga puluhan juta, setelah mengalami sakitnya di gergaji, di pahat di amplas.
Hadirin yang sangat saya hormati khususnya adek-adek mahasiswa tercinta di kampus ini, semua orang hebat yang kita temui di kampus atau di luar kampus semuanya pernah merasakan beratnya proses Panjang, memeras keringat dan berdarah-darah, dan itu tidak hanya sekali atau dua kali, Ketika sebuah tantangan tela kita lalui, jangan terkejut akan ada tantangan yang baru tidak ada hentinya.
itulah mengapa al-quran menyebut kata al-user kesulitan dan kata al Yusr kemudahan itu berturut-turut dalam 1 surat, sekali lagi semua kesulitan harus kita pandang sebagai tantangan, tantangan itu Adalah tangga menuju masa depan yang indah apakah cukup itu tidak, sebagai muslim tetap optimislah sebab Allah selalu menyertai menjadi sumber harapan, kemudian Allah menutup dalam surat itu wa ila robbika far ghob dan hanya kepada tuhanmulah engkau bangun sejuta harapan, Wai la robbika far ghob Dan hanya kepada tuhanmulah engkau menghubungkan harapan untuk membangun cita-cita masa depan.#




