Dengarkan Aspirasi Mahasiswa, Rektor Bersama Jajaran Pimpinan UINSI Samarinda Bahas Penanganan Insiden dan Pemulihan Fasilitas

SAMARINDA, UINSI NEWS,- Rektor bersama jajaran pimpinan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menerima audiensi mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi serta membahas penanganan insiden yang berdampak pada fasilitas organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus, Senin (19/10).

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan (APK) Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag.; Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Prof. Dr. Zamroni, M.Pd.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama (KAK) Prof. Dr. H. M. Tahir, S.Ag., M.M.; Kepala Biro AUPK Dr. H. Taufik Rahman, M.Pd.; serta Kepala Bagian Umum dan Akademik Ahmad Mahyuddin, M.Pd.

Sementara itu, dari pihak mahasiswa, audiensi dihadiri oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSI Samarinda bersama perwakilan organisasi kemahasiswaan (ormawa). Kehadiran mereka menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan harapan terkait penanganan insiden dimaksud.

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan berharap seluruh pihak dapat menyikapinya secara dewasa dengan mengedepankan sikap saling menghormati, terlepas dari perbedaan individu maupun latar belakang.

Rektor juga mengimbau seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampus. Sebagai bagian dari tindak lanjut, UINSI Samarinda telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan menyampaikan surat laporan terkait insiden dimaksud pada Sabtu (17/10).

Di sisi lain, UINSI Samarinda juga melakukan pendataan terhadap fasilitas yang terdampak. Kepala Bagian Umum dan Akademik menjelaskan bahwa pendataan dilakukan dengan mengidentifikasi jenis dan kondisi barang, termasuk mengkategorikan barang yang merupakan Barang Milik Negara (BMN). Langkah ini diperlukan sebagai dasar penanganan dan perbaikan fasilitas secara menyeluruh.

Perhatian terhadap pemulihan fasilitas tersebut juga menjadi aspirasi yang disampaikan Ketua Dema UINSI Samarinda. Ia meminta agar pihak universitas memberikan perhatian penuh terhadap insiden dimaksud, sekaligus memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut perbaikan fasilitas organisasi mahasiswa yang terdampak.

UINSI Samarinda memandang bahwa penanganan insiden ini tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fasilitas, tetapi juga menyangkut rasa aman, kepercayaan, dan hubungan baik antarkomponen di lingkungan kampus. Karena itu, penyelesaian perlu dilakukan secara proporsional serta menghormati proses yang sedang berjalan.

UINSI Samarinda berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana kampus tetap kondusif serta bersama-sama merawat lingkungan akademik yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.

(HUMAS)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»