SAMARINDA, UINSI NEWS,– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Cakrawala Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Seminar Nasional Cakrawala Good Times (CGT) XI dengan mengangkat tema “Digital Storytelling: Mengenal Isu lewat Narasi dan Visual”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi jurnalistik untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan reportase, pengolahan narasi, serta publikasi karya jurnalistik di era digital.
Seminar yang diikuti puluhan peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Yuda Almerio, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda, serta Defrico Alfan Saputra, jurnalis Kaltim Today.
Dalam pemaparannya, Yuda Almerio membahas strategi reportase tingkat lanjut. Ia menguraikan pentingnya kemampuan menggali informasi, mengembangkan sudut pandang pemberitaan, serta membangun kedalaman laporan agar karya jurnalistik tidak sekadar menyampaikan peristiwa, tetapi juga mampu menghadirkan konteks dan fakta secara utuh.
Sementara itu, Defrico Alfan Saputra menyampaikan materi mengenai pengemasan dan publikasi karya jurnalistik. Pembahasan ini memberikan gambaran kepada peserta tentang bagaimana sebuah informasi diolah menjadi produk jurnalistik yang menarik, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai platform digital.
Ketua LPM Cakrawala UINSI Samarinda, Akhmad Bintang Dwi Putra, didampingi Rifa Rahmasari dan Khairiyah, menyampaikan bahwa Cakrawala Good Times tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-11. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi tradisi pengembangan kapasitas jurnalistik yang diwariskan dari satu generasi pers mahasiswa kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, penyelenggaraan CGT XI menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, khususnya dalam bidang jurnalistik. Ia juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan tersebut karena materi yang disampaikan para narasumber dinilai memberikan banyak manfaat bagi pengembangan kompetensi peserta.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Pembina LPM Cakrawala UINSI Samarinda, Dr. Badrut Tamam, M.Pd.I. Ia mengapresiasi inisiatif dan konsistensi pers mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan literasi jurnalistik.
Menurut Badrut, insan jurnalistik lahir dari sumber daya manusia yang memiliki kepedulian, keberanian, serta kemauan untuk aktif bergelut dengan dunia jurnalistik. Karena itu, pers mahasiswa memiliki ruang strategis sebagai wadah pembelajaran, pembentukan karakter, sekaligus pengembangan kemampuan intelektual mahasiswa.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi dan aktivitas jurnalistik memiliki posisi istimewa di tengah masyarakat karena berkaitan langsung dengan penyampaian informasi kepada publik. Keistimewaan tersebut, lanjutnya, harus dimaknai sebagai amanah yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan kehati-hatian dalam menyampaikan setiap informasi.
Badrut mengaitkan tanggung jawab tersebut dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang mengajarkan pentingnya melakukan tabayyun atau verifikasi terhadap berita yang diterima sebelum menyampaikannya kepada pihak lain.
“Jurnalisme bukan sekadar menyampaikan kabar, tetapi juga memastikan bahwa informasi yang disampaikan benar, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip tabayyun dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 menjadi pengingat penting bagi setiap insan pers agar tidak tergesa-gesa dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” demikian pesan yang ditekankan dalam pembinaan tersebut.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta menyimak pemaparan materi dari kedua narasumber hingga rangkaian seminar berakhir setelah waktu zuhur.
Selain seminar nasional, kegiatan CGT XI juga dirangkai dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada para juara berbagai perlombaan yang sebelumnya diselenggarakan oleh LPM Cakrawala.
Melalui penyelenggaraan Cakrawala Good Times XI, LPM Cakrawala UINSI Samarinda diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi pers mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan jurnalistik, memperkuat budaya literasi, serta melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menghadirkan informasi kepada masyarakat.#









