SAMARINDA, UINSI NEWS,-Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda terus memperkuat kualitas akademis dan wawasan mahasiswa melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi. Terbaru, UINSI Samarinda bekerja sama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar Visiting Lecturer secara daring bertajuk “Keterampilan Komunikasi dalam Bimbingan dan Konseling Karier: Membangun Jembatan Empati untuk Generasi Masa Kini” pada Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ilmiah via platform Google Meet ini menghadirkan narasumber utama Dr. Arifah Pujiyanti, S.Sos.I., M.Pd. (Dosen UPGRIS) dan dipandu oleh pengampu mata kuliah BK Karier UINSI Samarinda, Rudy Hadi Kusuma, M.Pd., CH., CHT., C.CSWB.
Pergeseran Paradigma Konselor di Era Digital
Dalam pemaparannya, Dr. Arifah Pujiyanti menekankan pentingnya perubahan peran konselor dari model tradisional menuju paradigma fasilitator (client-centered). Di era cerdas yang serba cepat, tugas konselor bukan lagi sekadar mendikte pilihan profesi atau memberi nasihat satu arah, melainkan memfasilitasi kemandirian konseli dalam menemukan makna kariernya secara mandiri.
“Karier bukan sekadar memilih pekerjaan. Ini adalah proses menemukan arah dan makna kehidupan di tengah kebingungan dan ekspektasi. Komunikasi adalah jembatan fungsional untuk memetakan kebutuhan, potensi, dan aspirasi tersebut,” ungkap Dr. Arifah.
Ia juga membedah instrumen vital dalam konseling karier yang mencakup instrumen verbal—seperti open-ended questions, probing, reflection of feeling, dan summarizing—serta pentingnya memahami gestur nonverbal dan pesan tersirat.
Menjawab Tantangan Realitas Gen Z dan Alpha
Salah satu sorotan utama kegiatan ini adalah bagaimana calon konselor menyikapi tantangan spesifik generasi muda saat ini, mulai dari disrupsi Artificial Intelligence (AI), tekanan hustle culture, hingga konflik ekspektasi antara pilihan karier pribadi dan harapan orang tua.
Melalui sesi analisis studi kasus interaktif, para peserta diajak mensimulasikan penerapan teknik active listening dan empati radikal untuk membantu siswa atau mahasiswa mengurai kecemasan masa depan tanpa merasa dihakimi.
Penguatan Kolaborasi Antar-Lembaga
Penanggung jawab kegiatan dari UINSI Samarinda, Rudy Hadi Kusuma, M.Pd., menyampaikan bahwa program Visiting Lecturer ini merupakan bentuk implementasi nyata kerja sama antarlembaga dalam mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
“Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa kami di Samarinda, tetapi juga membuka ruang diskusi akademis yang dinamis antara pengajar UINSI Samarinda dan UPGRIS. Kami berharap keterampilan komunikasi empati ini menjadi bekal konkret bagi para calon konselor masa depan,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan kolaboratif ini dijadwalkan berlanjut pada sesi berikutnya, yang akan diisi oleh narasumber dari UINSI Samarinda untuk mahasiswa UPGRIS.
Penulis : Kontributor






