Upgrading dan Milad ke-18 UKM JQH UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda: Meneguhkan Transformasi Qur’ani dalam Bingkai Berkembang, Berbenah, dan Bertumbuh

SAMARINDA, UINSI NEWS — Di tengah hiruk pikuk kehidupan dunia yang kerap memalingkan manusia dari cahaya, Pengurus UKM JQH UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda periodesasi 2025–2026 memilih berkumpul bukan untuk sekadar merayakan hari lahir dan bertambahnya usia, tetapi meneguhkan makna organisasi mahasiswa. Ahad, (15/2).

Aula FTIK menjadi wadah penyelenggaraan kegiatan Upgrading dan Milad ke-18 dengan semangat membawa perjuangan yang berakar pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Sebanyak 55 panitia dan pengurus hadir bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi sebagai murid bagi dirinya sendiri. Di saat banyak organisasi sibuk membangun citra, mereka justru berkontemplasi mengingat kembali akan sejarah roda organisasi UKM JQH. Sebab yang paling sulit bukanlah menyusun agenda, melainkan menyusun niat, bukan merancang kegiatan, tetapi merawat keikhlasan.

Mengusung tema “Upgrade Diri dan Kokohkan JQH dalam Bingkai Transformasi Qur’ani dengan Berkembang, Berbenah, dan Bertumbuh dalam Cahaya Al-Qur’an”, kegiatan ini mengingatkan terkait perubahan zaman yang terus bertransformasi secara tampilan, namun sulit berubah dalam kedalaman.

Transformasi Qur’ani bukan hanya soal slogan, melainkan memaknai cara pandang dari ingin dilihat menjadi ingin memberi manfaat, dari sekadar bergerak menjadi benar-benar berdampak.

Materi Upgrading yang disampaikan oleh Andriyan Dwi Saputra menjadi ruang refleksi yang jujur. Manajemen organisasi, komunikasi efektif, hingga tanggung jawab kolektif dibahas bukan semata-mata hanya sebuah teori, tetapi sebagai kebutuhan. Sebab organisasi yang kuat bukanlah yang paling lantang suaranya, melainkan yang paling tertata langkahnya.

Profesionalitas tidak pernah menjadi lawan spiritualitas, keduanya justru harus berjalan beriringan, seperti dua sisi mushaf yang tak terpisahkan.

Talkshow inspiratif bersama Ustadzah Husnul Fatimah kemudian mengalirkan kesejukan di tengah semangat yang menggelora. Dalam suasana hangat dan khidmat, peserta diajak menyelami kembali makna perjuangan bersama Al-Qur’an. Diingatkan bahwa dakwah bukan panggung popularitas, melainkan ladang pengabdian.

Bahwa keberkahan organisasi tidak lahir dari gemerlap perayaan, tetapi dari lurusnya niat dan istiqamah dalam amal meski tak selalu terlihat. Milad ke-18 ini pun menjadi semacam jeda yang sarat akan makna.

Delapan belas tahun bukan usia yang singkat untuk sebuah perjalanan organisasi. Ini adalah saksi jatuh bangun, pergantian generasi, juga dinamika yang menguji ketulusan. Jika usia sering kali dirayakan dengan gemuruh, JQH memilih merayakannya dengan perenungan. Sebab yang terpenting bukan berapa lama bertahan, tetapi seberapa dalam berakar.

Di tengah arus zaman yang serba cepat dan instan, JQH diingatkan untuk tetap kokoh dalam bingkai nilai-nilai Al-Qur’an tidak larut dalam tren, tidak pula kehilangan arah. Berkembang tanpa tercerabut, berbenah tanpa kehilangan jati diri, dan bertumbuh tanpa melupakan cahaya yang menjadi sumbernya.

Semoga setiap langkah senantiasa berada dalam ridha Allah SWT dan cahaya Al-Qur’an terus menjadi pelita, bukan hanya untuk menerangi perjalanan UKM JQH, tetapi juga untuk menuntun generasi yang kelak akan melanjutkan estafet perjuangan dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih jernih, dan tekad yang lebih kokoh.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»