Buka FGD Senat, Rektor UINSI Paparkan Peluang dan Keuntungan Sistem BLU

SAMARINDA, UINSI NEWS, — Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Senat UINSI Samarinda yang berlangsung di Hotel Grand Sawit Samarinda, Jumat (7/8).

Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya akselerasi tata kelola kelembagaan agar sejajar dengan status UINSI yang telah meraih Akreditasi Unggul. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi fokus utama adalah transformasi status dari Satuan Kerja (Satker) biasa menuju Badan Layanan Umum (BLU).

Rektor menjelaskan bahwa perubahan menjadi Satker BLU membawa dampak positif yang signifikan terhadap pengelolaan keuangan kampus, khususnya terkait fleksibilitas penggunaan seluruh jenis pendapatan institusi.

“Selama ini, pendapatan non-fungsional seperti sewa gedung atau auditorium harus disetorkan langsung ke kas negara dan tidak bisa kita gunakan kembali untuk operasional kampus. Dengan skema BLU, semua jenis pendapatan dapat dikelola mandiri dan dialokasikan langsung untuk peningkatan layanan institusi,” tegas Rektor.

Selain fleksibilitas pendapatan, skema BLU juga menjadi solusi atas persoalan sisa anggaran di akhir tahun. Rektor mencontohkan kendala yang pernah dialami pada tahun sebelumnya, ketika alokasi pembiayaan masuk di penghujung Desember sehingga tidak sempat terealisasi. Melalui status BLU, sisa anggaran yang tidak terserap tidak akan hangus ke kas negara, melainkan tercatat sebagai saldo awal untuk mendukung kegiatan di tahun berikutnya.

Menanggapi kekhawatiran terkait penerapan sistem remunerasi (remon) yang kerap dianggap memberatkan jika pendapatan institusi belum seimbang dengan jumlah SDM, Rektor memberikan kepastian dan pemahaman baru.

Saat ini, regulasi memungkinan kampus berstatus BLU yang pendapatannya masih di bawah Rp100 miliar untuk tetap menggunakan skema Tunjangan Kinerja (Tukin). Hal ini memastikan hak-hak fungsional dosen dan pegawai seperti honor bimbingan, ujian, serta tunjangan profesi tetap dapat diterima secara penuh tanpa terganggu transisi keembanagaan.

“Kondisi regulasi saat ini sangat kondusif. Kita bisa beralih menjadi BLU tanpa harus terburu-buru menerapkan remunerasi penuh jika belum siap. Oleh karena itu, kita bersepakat dan berkomitmen penuh untuk serius melanjutkan pengurusan status BLU demi kemajuan UINSI Samarinda,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan FGD Senat ini, seluruh jajaran pimpinan dan Senat UINSI Samarinda menyepakati penguatan fungsi pengawasan dan penyusunan arah kebijakan guna mengawal transisi menuju kampus berstatus BLU yang mandiri, akuntabel, dan unggul.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»