Jangan Tunda Pekerjaan,” Tegas Kabiro UINSI Taufik Rahman dalam Refleksi Muharam

SAMARINDA, UINSI NEWS — Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Dr. H. Taufik Rahman, M.Pd., mengajak seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan makna hakiki dari momentum Tahun Baru Islam, 1 Muharam. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi rutin Unit Rektorat yang digelar di halaman Rektorat, Senin pagi.

Dalam amanatnya, Dr. Taufik Rahman mengingatkan bahwa secara historis, Muharam memang lekat dengan peristiwa besar hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Namun, ia menekankan bahwa esensi hijrah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kependidikan saat ini bukan lagi sekadar perpindahan fisik atau tempat.

“Hijrah yang sesungguhnya hari ini lebih mengarah kepada perubahan spiritual dan mentalitas. Bagaimana kita berpindah dari yang tadinya sering berbuat maksiat menjadi taat, yang dulunya malas berubah menjadi rajin, dan yang tadinya suka menunda-nunda pekerjaan, menjadi sosok yang sigap menyelesaikannya sekarang juga,” tegas Dr. Taufik.

Lebih lanjut, Dr. Taufik juga menyoroti pentingnya menghargai waktu dalam menjalankan tugas pelayanan dan ibadah. Mengutip pepatah Arab, beliau mengibaratkan waktu seperti pedang yang jika tidak digunakan dengan baik, justru akan memotong diri sendiri.

Menutup arahannya, Kabiro UINSI Samarinda ini mengutip hadis Rasulullah SAW yang sangat populer mengenai pentingnya memanfaatkan kesempatan guna mengingatkan seluruh peserta apel. Beliau berpesan agar segenap pegawai berkomitmen menjaga dan memanfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara.

Masa muda sebelum datang masa tua: Memanfaatkan energi muda untuk memperbanyak amal ibadah dan produktivitas kerja.

Masa sehat sebelum datang masa sakit: Menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap optimal dalam berkinerja.

Masa kaya sebelum datang masa fakir: Menggunakan kecukupan rezeki untuk berbagi dan berinvestasi kebaikan.

Masa luang sebelum datang masa sempit: Mengelola waktu dengan bijak sebelum rutinitas kedinasan atau urusan lain menyita seluruh ruang.

Masa hidup sebelum datang masa mati: Memaksimalkan seluruh sisa usia untuk menebar manfaat bagi institusi dan masyarakat luas.

Melalui kegiatan apel senin di bulan Muharam ini, diharapkan seluruh pegawai UINSI Samarinda dapat mengadopsi semangat hijrah spiritual tersebut demi meningkatkan kualitas pelayanan, integritas, dan disiplin kinerja di lingkungan kampus Islam inklusif tersebut.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»