GEMPA UINSI Samarinda Ikuti Gerakan SAVE OUR FOREST, Tanam 1.000 Bibit Pohon di Bukit Soeharto

Samarinda – Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (GEMPA) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda turut berpartisipasi dalam kegiatan SAVE OUR FOREST, sebuah aksi peduli lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Borneo Kind bekerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), serta melibatkan berbagai elemen masyarakat, komunitas lingkungan, mahasiswa, kreator konten, dan unsur kepolisian. Aksi penanaman pohon tersebut dilaksanakan di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tepatnya di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan KM 47, Bukit Merdeka, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam sebagai upaya pemulihan ekosistem hutan yang terdampak kebakaran. Penanaman ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan serta menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur.

Partisipasi GEMPA UINSI Samarinda dalam kegiatan ini juga memiliki nilai edukasi, khususnya bagi peserta Latihan Dasar Cinta Alam (LDCA) Angkatan XXVII. Kegiatan SAVE OUR FOREST sekaligus menjadi bagian dari pematerian Lingkungan Hidup yang diberikan kepada peserta pendidikan dasar. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga dapat menyaksikan dan terlibat dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.

Ketua Unit Lingkungan Hidup (LH) GEMPA UINSI Samarinda, Tahta Liwa’i, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi peserta LDCA Angkatan XXVII untuk memahami lebih jauh tentang kondisi lingkungan dan pentingnya menjaga kelestarian hutan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi peserta LDCA Angkatan XXVII agar lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa sebagai mahasiswa pencinta alam, tanggung jawab kita bukan hanya menikmati alam, tetapi juga ikut menjaga, merawat, dan melestarikannya. Harapannya, ilmu yang didapatkan hari ini bisa menjadi bekal untuk terus peduli terhadap lingkungan ke depannya,” ujar Tahta.

Lebih lanjut, keterlibatan peserta pendidikan dasar dalam kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran dan kepedulian sejak awal bergabung dengan organisasi. Menjadi mahasiswa pencinta alam bukan sekadar mengenal kegiatan pendakian, penjelajahan, maupun aktivitas di alam bebas, tetapi juga memahami tanggung jawab terhadap keberlangsungan ekosistem dan lingkungan hidup.

Gerakan SAVE OUR FOREST sendiri merupakan langkah awal dari rangkaian kegiatan yang direncanakan berlanjut ke Volume 2, Volume 3, dan seterusnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat, komunitas, organisasi mahasiswa, serta generasi muda yang terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Melalui partisipasi ini, GEMPA UINSI Samarinda berharap semangat menjaga alam tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama. Sebab, mencintai alam bukan hanya tentang menikmati keindahannya, tetapi juga tentang mengambil tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya.

Salam Lestari!

Penulis : Jasmin (GEMPA UINSI SAMARINDA)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»