by

Hj. Titi Kadi Ibrahim, M.Pd.I. Ketua DWP UINSI Samarinda hadiri Focus Group Discussion Nasional di UIN Raden Mas Said Surakarta

Hj. Titi Kadi Ibrahim, M. Pd. Selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda hadiri Focus Group Discussion (FGD) Nasional dengan tema “Peran DWP Dalam Penguatan Literasi Moderasi Beragama”. Bertempat di UIN Raden Mas Said Surakarta. Selasa(26/10/2021).

Turut hadir Eny Retno Yaqut selaku Penasehat DWP Kemenag, Ika Nizar Ali selaku Ketua Dharma Wanita Kemenag RI, Hj. Hilda Annisyifa, DWP Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementrian Agama RI dan Hj. Kiftiyah Suyitno, DWP Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) serta Seluruh Ketua DWP PTKIN dari seluruh Indonesia.

Dibuka oleh Ketua DWP UINSI Samarinda sekaligus Ketua Forum DWP PTKIN, Hj. Titi Kadi Ibrahim, M. Pd. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan FGD Nasional ini.

“Dalam kesempatan ini, saya mewakili seluruh Pimpinan DWP PTKIN menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu dan memfasilitasi FGD Nasional ini, Semoga FGD Nasional ini dapat bermanfaat dan penuh keberkahan”. Harapnya.

“Saya juga menyampaikan terimakasih atas arahan dan bimbingan dari Ibu Eny Retno Yaqut, Ibu Ika Nizar Ali, Ibu Hj. Hilda Annisyifa, dan Ibu Hj. Kiftiyah Suyitno, serta Seluruh Ketua DWP PTKIN yang telah hadir. Sehingga kami baik dari UIN maupun IAIN dapat aktif dan saling bertukar pengetahuan agar dapat melaksanakan kegiatan dengan baik dan terus berinovasi untuk pengembangan kampus”. Tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa DWP di PTKIN menggunakan model kepemimpinan kolektif kolegia dimana sistem kepemimpinan melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan kebijakan melalui mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat atau pemungutan suara, dengan mengedepankan semangat keberasamaan.

“Salah satu kelebihan Dharma Wanita Persatuan di PTKIN kita adalah model kepemimpinan yang kolektif kolegial, sehingga bisa lebih kreatif dan inovatif. Berbeda dengan di Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota (Kandepag) yang terdapat satker, sehingga lebih pengambilan keputusan dilakukan oleh satkernya masing-masing. Namun hal-hal tersebut merupakan dinamika dalam berorganisasi yang tetap harus kita syukuri.” Tutup Ketua Forum DWP PTKIN.